The Crumpled Paper


when I write without paper

CrossPlatform

Hai guys. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Crossplatform :)

Sebelum membahas tentang Crossplatform, saya akan brcerita sedikit tentang platform. Platform adalah fondasi dasar sistem dimana program dapat berjalan. Platform sendiri terdiri dari OS dan Hardware. Banyak orang yang mengira bahwa platform sama dengan OS, padahal mereka jelas berbeda. Analoginya, platform sebenarnya adalah tempat OS bekerja.
Lalu, apa sih Crossplatform itu ? Crossplatform adalah software yang berjalan pada banyak Operating System. Kita bisa ambil contoh misalnya Microsoft Word yang dapat dijalankan pada platform Windows dan Macintosh. Pada pangsa pasar, banyak dikembangkan crossplatform games yang bisa dijalankan pada lebih dari satu gaming machine. Misal sports game yang dikembangkan untuk Xbox, Playstation, GameCube, dan PC. Namun, jika ada game yang dikembangkan khusus pada satu sistem, semisal “The Legend of Zelda” for Nintendo, game ini bukan termasuk crossplatform. Jadi, sudah paham kan apa itu crossplatform? :)

Nah, sekarang saatnya saya akan menjelaskan sedikit tentang sesepuh crossplatform, yaitu JAVA. Java adalah bahasa Pemrograman berorientasi obyek (OOP) yang dapat dijalankan pada berbagai platform OS dan bersifat open source. Java merupakan suatu platform yg memiliki virtual machine dan library untuk menulis dan menjalankan suatu program. Java bisa dijalankan pada banyak OS karena Java menyediakan Java Software atau Java Runtime Environment (JRE). JRE berupa kumpulan file library dan executable untuk menjalankan program Java. Komputer harus diinstal JRE jika ingin menjalankan program Java, baik aplikasi desktop maupun aplikasi web, dimana JRE untuk tiap2 OS berbeda-beda.

Selanjutnya, muncul Microsoft .NET Framework (dibaca Microsoft dot NET Framework). .NET adalah software development framework yang dikembangkan oleh Microsoft. .NET menyediakan controlled programming environment dimana software dapat dikembangkan, diinstal,  dan dijalankan pada OS Windows-Based. Dia sebenarnya memiliki tujuan  yang mirip dengan Java, yaitu bisa dijalankan pada berbagai OS. .NET memiliki komponen utama, yaitu CLR (Common Language Runtime). CLR adalah jembatan antara .NET dg OS yang bisa mengubah manage code ke dalam kode asli OS dan kemudian menjalankan program tersebut.

Lanjut lagi ke pembahasan  Desktop Based dan Web Based. Sudah pernah dengar tentang dua hal tersebut? Okay, saya akan menceritakan tentang mereka sedikit. Desktop based adalah aplikasi yang dapat berjalan sendiri tanpa menggunakan browser atau koneksi internet, dimana desktop based sebelumnya harus diinstal pada komputer. Desktop based bersifat terdistribusi, maksudnya jika ada perubahan kode program dilakukan pada tiap-tiap komputer. Desktop Based harus dijalankan dengan OS atau platform tertentu. Performance desktop based lebih cepat karena sifatnya terdistribusi pada tiap-tiap komputer. Contohnya saja Windows Media Player. Nah, untuk mengakali suatu aplikasi agar bisa menjadi crossplatform, banyak yang mengembangkan web based. Web based adalah aplikasi yang berjalan dengan basis web atau browser dan harus ada koneksi internet tanpa perlu menginstall pada komputer. Instalasi hanya di server saja. Berbeda dengan Desktop based, Web based bersifat terpusat, artinya setiap perubahan kode program dilakukan di server. Web based memiliki nilai plus dapat dijalankan di platform dan OS apapun dan dimanapun (ingat, sifatnya terpusat pada server). Karena dipusatkan pada server, sayangnya performance relatif lebih lambat. Kita ambil contoh adalah Google spreadsheet.

Next, FLASH VS HTML5. Kita pasti sering mendengar atau bahkan bermain-main dengan aplikasi Flas. Nah, Flash itu apasih? Adobe Flash (dulu Macromedia Flash) adalah software yang digunakan untuk membuat animasi atau gambar vektor. File yang dihasilkan berekstensi .swf. Bahasa pemrograman Flash adalah ActionScript yang pertama kali dikenalkan pada Flash 5. Namun, Flash memakan memori yang besar pada RAM sehingga sering terjadi buffering. Karena memakan memori besar, akhirnya World Wide Web Concortium (W3C) mengembangkan HTML menjadi HTML5. Pada HTML5 terdapat elemen ,,, dan

Baiklah, saya rasa cukup sekian bahasan kita tentang crossplatform. Jika bosan dengan tulisan di atas, Anda bisa membaca versi unyu Presentasi saya yang dterlampir berikut. Terima kasiiiiih :D

CROSSPLATFORM PRESENTATION

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :