The Crumpled Paper


when I write without paper

What Minister of Communications and Information Said in IDSECCONF 2013

Tanggal 15-16 Juni 2013, Universitas Airlangga mendapat kesempatan untuk menghelat acara:

IDSECCONF (Indonesia IT Security Conference) 2013 dengan tema “Digital Forensic IT Crime Detection Digital Signature”.

Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Bapak Tifatul Sembiring. Dalam sambutan pembukaannya, Pak Tifatul mengawali cerita tentang negara adikuasa, AS. Beliau mengatakan bahwa AS akan fokus dibidang internet security. Dua pekan sebelumnya, Presiden AS, Barack Obama, ‘mengancam’ akan merespon setiap serangan terhadap fasilitas internet AS. Jika kita flashback kurang lebih empat tahun lalu, ada suatu kejadian—yang bahkan hingga saat ini masih terus di-warn—tentang internet doomsday setiap tanggal 9 Juli. Kisah ini diawali dengan kasus di-hack-nya fasilitas internet yang mengontrol sistem kelistrikan Estonia oleh para hackers dan crakers dari Rusia. Akibatnya, selama dua pekan, sistem listrik di Estonia lumpuh! Bisa dibayangkan kan bagaimana kacaunya suatu negara tanpa aliran listrik? Masalah ini merembet hingga FBI (Federal Bureau of Investigation) turun tangan. Pihak FBI merilis negara-negara yang potensial mengalami serangan seperti Estonia. Beruntungnya, Indonesia tidak masuk dalam list negara-negara potensial tersebut.

Ada kisah lagi tentang mantan direktur utama agen intel AS, apalagi kalau bukan CIA (Central Intelligence Agency). David Petraeus harus ‘terjungkal’, bukan karena dia kalah perang atau gagal dalam suatu misi, tapi karena sebuah surat elektronik. Dalam surel yang dikirim kepada seorang wanita tersebut, Petraeus mengungkap rahasia-rahasia AS. Lain AS, lain lagi Indonesia. Beberapa saat yang lalu, kita digegerkan atas suatu kasus di-hack-nya situs resmi Presiden SBY, www.presidensby.info. Setelah dilacak, ternyata pelaku peretas situs Presiden SBY ‘hanya’ seorang penjaga warnet lulusan SMK jurusan teknik bangunan bernama Wildan Yani Ashari. Wildan ternyata sudah ribuan kali meng-hack situs yang tersebar di internet. Pak Tifatul bercerita juga bahwa pada tahun 2012, situs www.pemerintah.co.id di-hack sebanyak 39,9 juta kali! Memang, tidak semua kasus peretasan situs pemerintah tersebut berhasil. Tapi, angka tersebut menggambarkan bahwa pemerintah dijadikan sasaran empuk bagi para hackers dan crackers. Seorang hacker sebenarnya bermanfaat dalam bidang digital forensic karena dia bisa melihat kelemahan suatu sistem. Yang menjadi pelanggaran sebenarnya adalah crack, menjebol, atau mencuri data sehingga bisa berimbas pada jeruji besi. Dan, Pak Tifatul menambahkan, bahwa sebenarnya para hackers maupun crackers memiliki level di atas rata-rata.

Tampilan situs presiden SBY ketika di-hack

 

Pak Tifatul akhirnya menggiring peserta konferensi pada suatu persoalan bangsa yang lebih besar dan penting. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki satu visi, sebuah Master Plan Percepatan, Perluasan, dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pada tahun 2045, Indonesia Insha Allah akan memiliki peringkat 8 besar ekonomi dunia. Kenapa harus 2045? Ingat kawan, tahun 2045 merupakan momentum 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Bicara tentang visi, visi bukan sekedar mimpi, tapi what is your goal and how to achieve that! Ada pepatah mengatakan, “jika Anda tidak punya filosofi, Anda tidak punya pengikut. Jika Anda tidak punya visi, maka Anda akan bingung, begitupula pengikut Anda akan bingung”. Visi adalah satu keadaan ideal akhir yang ingin kita capai. Konsep MP3EI ini sebenarnya bergantung kepada kita semua, apakah kita mau memberikan suatu effort yang keras untuk mewujudkan visi tersebut. Seharusnya, kita bisa! Kita pernah memiliki perjalanan sulit pada masa-masa sebelum kemerdekaan. Kita bisa belajar dari sejarah bangsa Eropa ketika Perang Dunia 2 terjadi. Ada 50 juta manusia tewas ketika PD 2. Namun, tahukah siapa saja ‘sutradara’ tragedi tersebut? Hanya ada lima orang, kawan: Adolf Hitler, Dwight D. Eisenhower, Joseph Stalin, Winston Churchill, dan Hirohito. Pada saat itu, AS sempat berencana menjatuhkan Bom Atom (yang sebenarnya adalah bom nuklir) di Berlin, Jerman. Namun, melihat kondisi Berlin yang sudah luluh lantak, akhirnya Bom Atom dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang. Tapi, lihat lagi bagaimana kondisi Berlin, Nagasaki, dan Hiroshima sekarang. Jepang dan Jerman bangkit lagi dan kembali ke puncak kejayaannya. Bagaimana dengan Indonesia? Sudah cukup kita menjadi babu di negeri orang dengan titel TKI atau TKW, sudah cukup rakyat kita disiksa disana! Kita punya kemampuan yang tidak kalah dengan negara-negara lain.

Untuk mencapai MP3EI, ada satu unsur penting yang tidak boleh dilewatkan: connectivity. Kemenkominfo saat ini sedang berusaha membangun itu dengan proyek Palapa Ring. Palapa Ring merupakan salah satu usaha menyatukan Indonesia dengan jaringan fiber optic. Tahap Palapa Ring tersebut sudah mencakup 4 pulau besar di Indonesia. Dalam pidatonya, Pak Tifatul menceritakan perkembangan Palapa Ring sudah menyatukan 60ribu km dari 80ribu km! Ketika Palapa Ring sudah sukses, maka infrastruktur komunikasi di daerah tidak akan kalah dengan di kota-kota besar.

Pada tahun 2011, pertumbuhan telekomunikasi dan komunikasi di Indonesia mencapai 11,7% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2012, walaupun menurun sedikit, level transportasi dan komunikasi masih merangkak di level 10%. Pertumbuhan IT di Indonesia terus berkembang seperti kurva eksponensial. Pak Tifatul mengatakan bahwa perkembangan IT di dunia, khususnya di Indonesia, semakin pesat. Dimisalkan oleh beliau, jika usaha media yang tidak mengantisipasi perkembangan IT itu seperti batu apung yyang terombang-ambing di tengah derasnya arus. Penggunaan dunia maya di Indonesia juga semakin marak. Namun, dibalik ramainya dunia maya, ada ancaman yang menghantui seperti halnya di dunia nyata. Ancaman ini bahkan bisa menyebabkan Disintegration of Nation walaupun sekarang kita sudah bersatu. Terjadi perubahan demografis dalam dunia IT. Sekarang saja sudah marak terjadi kejahatan di dunia internet, terlebih pada social media. Menyikapi hal itu, kita harus bijak dan selektif dalam menggunakan internet, harus pintar-pintar memilah mana yang baik atau mana yang buruk. Saat ini, Cina melakukan serangan-serangan terhadap keamanan data di Indonesia. Mungkin, dan semoga saja tidak terjadi, beberapa negara lain akan mengikuti jejak Cina. Maka, National Security Internet sedang dikembangkan untuk meminimalisir atau menghindari kejadian-kejadian tak menyenangkan yang mengancam dunia internet Indonesia. Begitu juga bidang digital forensic yang digadang-gadang dapat mengatasi berbagai kejahatan-kejahatan IT yang tiap tahun kian marak terjadi.

Video Sambutan Pak Tifatul bisa dilihat disini :

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :