The Crumpled Paper


when I write without paper

Pacemaker

Dear readers,

Pada artikel ini, saya akan sedikit mndongeng tentang Pacemaker. Tapi, sebelum kita beranjak belajar tentang pacemaker, saya ingin memberikan sedikit gambaran tentang sistem linier dan non-linier.

Sistem yang bekerja pada dunia ini secara garis besar bisa kita bedakan menjadi dua: sistem linier dan sistem non-linier. Sistem linier merupakan sebuah sistem yang setiap output maupun inputnya sudah bisa dipastikan. Pada sistem ini, hasil pengukuran sudah bisa dipastikan sama dengan pengukuran dimana menggunakan parameter yang sama tentunya. Sedangkan sistem non-linier merupakan suatu sistem yang sifatnya berubah-ubah, tidak tetap, dan sulit diprediksi walaupun pengukuran dilakukan dengan parameter yang sama. Walaupun dengan input yang sama dan proses yang sama, belum tentu output yang akan terjadi juga sama.

Oke, sekarang kita akan masuk dalam bahasan utama: PACEMAKER. Alat ini sudah mulai dipikirkan oleh seorang ahli jantung, Albert S. Hymen, pada 1932. Pada 1952, Pacemaker sudah mulai digunakan secara klinis oleh Paul M. Zoll sebagai alat eksternal. Pacemaker merupakan prosthesis device untuk jantung, khususnya untuk sinoatrial node (SA node). Jika terjadi interupsi pada sistem elektrokonduksi di jantung (biasanya disebut heart block), maka kemampuan jantung untuk memompa darah akan terhenti. Untuk mengatasi permasalahan ini, dokter akan menggunakan pacemaker sebagai electrical generator yang bisa menghantarkan pulsa detak jantung. Pacemaker dibagi menjadi dua tipe penggunaan, secara internal (implanted) maupun eksternal. 

Detak pulsa pada Pacemaker eksternal biasanya dapat diatur antara 50 hingga 150 BPM (Beat per minute). Puncak arus amplitudo juga dapat diatur antara 100 μA hingga 20 mA. Pada bahasan kali ini, saya akan fokus pada implantable pacemaker . Pada dasarnya, pacemaker terdiri dari 3 komponen utama: lead wire, rangkaian penghasil pulsa, dan baterai. Sumber daya Pacemaker adalah baterai, maka lifetime dari baterai sangat penting diperhatikan. Untuk bisa menghasilkan pulsa-pulsa stimulus, digital pulse generator mengirimkan energi melalui elektroda. Digital pulse yang dihasilkan oleh pacemaker digambarkan seperti pada gambar 2. 

 

Gambar 1

 

Penggunaan baterai sangat cocok untuk pacemaker karena tidak perlu menggunakan power cord dan lebih aman karena kemungkinan terjadinya kebocoran arus sangatlah kecil. Namun, baterai memiliki ukuran yang relatif besar  dan kemampuan penyipanan daya terbatas. Meskipun demikian, pacemaker memerlukan baterai yang memiliki lifetimes sekitar 5 hingga 10 tahun. Dulu, pacemaker menggunakan baterai merkuri dengan lifetimes dua tahun. Selanjutnya, penggunaan baterai merkuri digantikan dengan baterai lithium iodide yang mampu bertahan hingga 15 tahun. Hingga kini pacemaker bisa menggunakan nuclear battery hingga 20 tahun. Namun, penggunaan nuclear battery bisa mengakibatkan radiasi.  

Pacemaker internal (atau biasa disebut implantable pacemaker) biasanya memiliki single fixed rate, umumnya sekitar 70 BPM. Semakin berkembangnya peralatan di dunia medis, implantable pacemaker bisa diprogram dari luar tubuh pasien menggunakan magnet atau kumparan induksi (induction coil). Pada perkembangan dunia medis kini, pacemaker menggunakan sensor piezoelektrik yang dipasang sebagai shield pada pacemaker casing. Ketika sensor menerima tekanan atau menekuk karena aktivitas tubuh si pasien, maka pacemaker akan secara otomatis menurunkan atau malah menaikkan detak jantung. Pacemaker yang berhasil dikembangkan oleh Medtronic bisa mengubah heart rate hingga 150 BPM sepanjang aktivitas beratatau menurunkan heart rate hingga 60 BPM ketika keadaan istirahat. 

Pacemaker ini termasuk dalam sistem linier. Kenapa? Pada dasarnya, semua hal fisiologis memiliki sifat nonlinier. Ritme detak jantung masih bisa diprediksikan jika pasien berada pada kondisi istirahat atau melakukan kerja berat. Misal, pasien dalam keadaan istirahat memiliki heart rate sekitar 70 BPM. Sedangkan dalam keadaan aktivitas berat heart rate bisa mencapai 110 BPM, dimana nilai ini bersifat umum untuk pasien.

Berikut saya sertakan video yang berhubungan dengan pacemaker:

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :