The Crumpled Paper


when I write without paper

Overview Jurnal : Introduction

Hai Readers..

hari ini saya akan membahas tentang satu jurnal yang cukup menarik berjudul A Physiologically-Based Flow Network Model for Hepatic Drug Elimination I: Regular Lattice Lobule Model oleh Vahid Rezania et al.

Dalam jurnal ini, Rezania et al mengembangkan suatu pemodelan fisiologi berbasis lattice (kisi) untuk transportasi dan metabolisme obat-obatan dalam lobule, suatu unit fungsional pada liver. Awalnya saya susah membayangkan seperti apa lattice  yang dibahas dalam jurnal ini. Dari hasil bertanya sana-sini pada beberapa jurnal lain, saya menemukan arti yang pas untuk latticeLattice (kisi) adalah sebuah susunan titik-titik yang teratur dan periodik di dalam ruang. Lattice yang dimaksud tersebut banyak dibahas dalam bab kristal. Saya memperoleh pelajaran tentang kristal pada mata kuliah Ilmu Bahan di semester 3, dan kita langsung memakai istilah kisi, bukan lattice.

Kita akan banyak membahas tentang farmakokinetik. Farmakokinetik adalah proses pergerakan obat untuk mencapai kerja obat atau nasib obat dalam tubuh. Empat proses yang termasuk di dalamnya adalah: absorpsi, distribusi, metabolisme (atau biotransformasi), dan ekskresi (atau eliminasi). Tujuan farmakokinetik untuk mengetahui dan memprediksi pola dari berbagai macam obat dalam tubuh dengan mempelajari empat proses tersebut. Biasanya, beberapa data dapat diperoleh dari mempelajari konsentrasi obat di dalam plasma atau darah pada waktu-waktu tertentu. Dari data tersebut dapat dibuat kurva perbandingan waktu dan konsentrasi yang diawali berdasarkan nilai absorpsi obat hingga menurun setelah mencapai titik maksimum pada proses eliminasi. hasil tersebut digunakan untuk menentukan dosis optimal maupun kadar toksisitas.

Pada umumnya, untuk memahami dan memprediksi sifat obat dalam tubuh, farmakokinetik menggunakan compartmental model. Tiap-tiap organ biasanya direpresentasikan dengan compartment yang mengandung nilai homogenous dari molekul obat ketika terjadi reaksi kinetik kimia. Input/output compartment tersebut diatur oleh proses kinetik linier dengan suatu konstanta. Akhirnya, semua sistem terdiri dari beberapa compartment dan dideskripsikan oleh persamaan diferensial. 

Sayangnya, model tersebut tidak berlaku untuk interaksi antara organ-obat dalam proses non-linier. Padahal banyak data klinis yang sebenarnya mengacu pada data non-linier. Untuk mengatasi kekurangan dalam model tersebut, beberapa pemodelan lain diajukan dalam beberapa penelitian, seperti stochastic random walkmodel for the drug molecules (Wise et al), convective-diffusive transit behaviour in the liver (Norwich and Siu), gamma-distributed drug residence time (Wise), transient fractal kinetics (Anacker and Kopelman), dan fractal Michaelis-Menten kinetics (Marsh and Tuszynski). Namun, semua penelitian tersebut kurang realistik dalam merepresentasikan organ sebagai compartment yang heterogen.

Akhirnya, muncul lattice model sebagai alternatif untuk menghitung organ yang heterogen dan mensimulasikan kinetika enzim. Penelitian yang dilakukan oleh Berry mensimulasikan reaksi Michaelis-Menten pada lattice dua dimensi dengan kepadatan yang bermacam-macam untuk meneliti difusi obat pada membran. Rezania juga sebelumnya meneliti tentang model jaringan pada liver menggunakan lattice persegi untuk pembuluh darah pada sinusoid maupun hepatosit. Pada jurnal ini akan dibahas tentang model lattice berdasarkan fisiologi lobule sebagai unti fungsional di liver.  Model ini akan menghitung beberapa parameter seperti distribusi volume, permeabilitas, dan porosity pada pembuluh darah dan sel liver.

Sekian dulu introductionnya. Untuk bahasan selanjutnya akan lebih 'seru' dari introduction kita hari ini. Terima kasih :)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :