The Crumpled Paper


when I write without paper

Introduction Sistem Cerdas: Area Sensitif

Mengapa harus ada Sistem Cerdas? Manusia ingin membuat sebuah perangkat yang bisa mengambil kesimpulan sendiri, bisa bereaksi langsung, dan bisa melakukan aktivitas tanpa perlu bantuan lebihd ari manusia. Sistem yang dianggap cerdas adalah suatu sistem yang bisa mengambil keputusan sendiri ketika terdapat masalah tertentu. Lalu, apakah perangkat seperti televisi, radio, komputer adalah sistem cerdas? Apakah alat-alat medis canggih di rumah sakit juga disebut sistem cerdas? Secara fungsi, ya, perangkat-perengkat tersebut bisa dikatakan secara sistem cerdas, karena perangkat-perangkat tersebut melakukan fungsinya secara otomatis, tidak manual. Tapi, ternyata perangkat-p[erangkat tersebut akan digolongkan menjadi dua kondisi: fix problem dan sensitive problem. Dan dalam sistem cerdas terdapat dua arena besar, yaitu wilayah sensisitif dan non sensitif. Dan ketika belum ada teori sistem cerdas, manusia memasukkan area sensitif dengan kaidah statistk dan probabilitas.

Manusia beranggapan bahwa alam semesta itu semua serba jelas, terukur, dan terrediksikan dengan baik. Ketika para ilmuwan memprediksi akan adanya gerhana bulan, ilmuwan bisa memprediksi dengan cermat kapan gerhana bulan itu terjadi. Tapi, para ilmuwan juga masih susah untuk memprediksikan kejadian alam lainnya seperti gunung meletus dan tsunami. Lantas, kenapa hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang susah diprediksi?

Ada ‘wilayah’ pada alam semesta yang sensitif dan unpredictable. Kajian-kajian tentang berbagai fenomena memang sudah banyak, namun tetap saja masih sulit diprediksi. Contoh yang paling mudahh kita temui adalah cuaca. Sampai sekarang, manusia masih belum bisa memastikan tentang kondisi cuaca, masih memperkirakan. Padahal, teori tentang kelembapan, arah angin, dan teori-teori tentang cuaca lainnya sudah banyak ditelaah. Contoh sederhana lain, seorang perokok tidak mampu membuat bentuk asap yang sama. Contoh lainnya, dadu yang dijatuhkan belum tentu menghasilkan angka yang sama ketika dijatuhkan kembali.

Albert Einstein mengatakan bahwa ilmu fisika merupakan ilmu pasti, Tuhan tidak bermain-main dengan alam semesta, tidak ada yang tidak diprediksi, semuanya harus jelas. Tapi, kenapa ada wilayah dimana kita tidak bisa memprediksikanya dengan tepat meskipun kita tahu teorinya? Nah, itulah wilayah sensitif dan cukup banyak kondisi yang masuk dalam wilayah sensitif. Apakah paameter yang terlalu banyak menyebabkan sesuatu menjadi tidak terprediksi? Tidak selalu. Cuaca misalnya. Model matematis dalam cuaca hanya memuat tiga parameter, namun tetap saja cuaca menjadi hal yang susah dipastikan. Nah, initial condition lah yang menyebabkan suatu keadaan menjadi tidak pasti. Ketika initial condition berbeda, maka akan terjadi sesuatu yang berbeda pula.

Ketika kelereng diletakkan dalam mangkok bakso, pasti jatuhnya akan di tengah. Artinya, error berapapun di initial condition akan menghasilkan hasil yang sama sehingga bisa melakukan aproksimasi bagi lintasan yang dilewati kelereng dan berati memiliki sensitifitas yang kecil. Ketika kelereng diletakkan pada pelana kuda, kelereng akan jatuh pada tempat yang berbeda-beda karena kita tdak mampu meletakkan kelereng pada titik yang benar-benar pas sama dengan titik initial condition. Begitu juga dengan alam, initial condition yang berbeda sedikit saja akan menghasilkan efek yang berbeda pula. Lalu apakah area sensitif itu area yang banyak parameternya dan tergantung juga dengan initial condition?

Tidak selalu area yang banyak parameternya masuk dalam wilayah sensitif. Ada sebuah kondisi di alam yang parameternya tidak banyak. Yang membuat suatu kondisi menjadi berbeda dinamika adalah ketika initial conditionnya berbeda. Se-chaos apapun ketika dia tepat pada initial condition yang sama, maka akan terjadi dinamika yang sama pula.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :