The Crumpled Paper


when I write without paper

Batas Manusia dan Mesin dalam Sensitif Problem

Saya akan membahas sedikit pemahaman saya tentang sensitive problem dalam sistem cerdas. Sebelumnya, mari kita review lagi sedikit tentang Sistem cerdas. Sistem cerdas adalah sebuah peralatan atau sistem yang bisa memberikan reaksi spontan. Sistem tersebut sudah dikondisikan, dilatih, atau didesain seperti itu. Atau ada suatu sistem, meskipun dia tidak dikondisikan, dia mampu memberikan reaksi. Misalnya saja detektor asap atau panas, ketika ada kebakaran atau asap dia memancarkan air sebagai reaksinya. Dan pada sistem cerdas, kita bermain di wilayah sensitive problem atau sistem non-linier.

Seperti yang saya tuliskan minggu lalu, Tuhan memang tidak bermain-main dengan alam semesta. Tapi tidak semua fenomena alam semesta bisa diselesaikan dengan kaidah matematis. Ada kondisi-konsisi di alam yang tidak bisa dirumuskan dengan bahasa matematis. Misalkan saja gempa bumi. Para ilmuwan hingga kini masih belum bisa menentukan kapan akan terjadi gempa bumi di suatu daerah. Kenapa? Karena para ilmuwan masih belum bisa merumuskan kapan dan sejauh mana lempeng bumi bergerak hingga bisa menabrak satu sama lain. Ketika para ilmuwan sudah bisa membuat suatu formula-formula khusus, tapi pada titik tertentu seperti pada kasus gempa bumi, para ilmuwan akan sadar bahwa ada sesuatu yang tidak mudah diprediksi. Disinilah para ilmuwan mulai bermain-main dalam wilayah sensitive problem.

Kita bisa menyelesaikan fixed problem dengan persamaan-persamaan matematis yang kita punya. Tapi pada sensitive problem, kita tidak bisa melakukan hal yang bisa kita lakukan di fixed problem. Wilayah sensitive problem sangat bergantung pada kondisi awal atau initial condition seperti yang dijelaskan dalam bahasan sebelumnya. Ada dinamika di alam ini yang kondisi awalnya memiliki error sangat kecil saja bisa membuat hasil yang berbeda. Nah, inilah yang disebut sebagai wilayah sensitif. Misalkan, kita memiliki dua bibit mangga, kemudian di tanam di tanah yang homogen sama, apakah keduanya bisa menghasilkan daun dengan bentuk yang sama? Tidak. Kenapa? Karena bibit mangganya tentu tidak sama, dengan kata lain: initial conditionnya tidak sama.

Sistem cerdas yang paling awal adalah game catur. Bayangkan saja jika kita membuat game catur dengan metode fixed problem. Ada beribu-ribu kemungkinan posisi pion dengan posisi yang berbeda satu sama lain. Memori dan processor yang kita butuhkan pasti amat sangat besar! Tidak mungkin game catur diselesaikan dengan metode fixed problem. Karena ‘contoh’ sederhana ini akhirnya kita berani untuk bermain-main di wilayah sensitif.

Dengan adanya sistem cerdas, jelas banyak permasalahan yang bisa dengan mudah dikerjakan oleh mesin. Manusia bisa saja tinggal bersantai sementara mesin yang menjalankan tugasnya sebagai decision maker dalam menanggapi suatu problem. Nahlo, bisakah seperti itu? Bisakan manusia mempercayakan semuanya pada mesin? Tentu saja tidak. Jika hal itu berhubungan dengan nyawa manusia atau menyangkut hajat hidup orang banyak, jelas manusia tidak semudah itu mempercayai mesin dalam mengambil keputusan.

Bayangkan jika operasi tidak ditangani oleh dokter, tapi semuanya ditangani oleh robot. Bayangkan jika ada pesawat penumpang tanpa pilot. Bayangkan jika perjanjian antar negara dilakukan oleh robot-robot. Adakah manusia yang mau dioperasi oleh robot, menumpang di pesawat tanpa pilot, atau percaya pada hasil perjanjian para robot? Tidak ada yang mau. Jika ada kesalahan atau kecelakaan, manusia tidak bisa menyalahkan teknologi. Tetap harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian seperti itu. Di area ini, manusia tidak bisa menyerahkan semuanya pada mesin, walaupun mesin itu memiliki intelegensi yang sangat tinggi. Istilah sederhananya, manusia tidak akan mau menggantungkan nyawanya pada robot.

Sejuh mana sekarang sistem cerdas mulai menggantikan manusia? Sudah sangat banyak tentunya. Ruang lingkup penelitian dan pengembangan sistem cerdas sekarang dikelompokkan ke dalam beberapa bidang:

  • Expert systems (sistem pakar yang membantu memecahkan masalah)
  • Natural language recognition (pengenalan bahasa alamiah)
  • Speech recognition (pengenalan percakapan)
  • Visual recognition (pengenalan penglihatan)
  • Robotic
  • Games
  • General problem solving (membantu pemecahan masalah secara umum)

Simak video berikut:

Betapa mudahnya hidup kita di masa depan jika sebagian besar hidup dikendalikan oleh mesin-mesin yang cerdas, yang bisa menanggapi respon lingkungan sekitarnya. Betapapun menariknya, tetap saja manusia masih tidak rela mengijinkan mesin mengambil peran ketika sudah menyangkut nyawa manusia...

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :